Minggu, 15 November 2015

PAPUA: Akses Media Asing Dan LSM HAM Dibatasi, Konflik Lahan Sulit Diawasi

PAPUA: Akses Media Asing dan LSM HAM Dibatasi, Konflik Lahan Sulit DiawasiJAKARTA—Perebutan tanah terkait dengan ekspansi bisnis di Papua akan sulit diawasi karena pembatasan akses terhadap media asing maupun lembaga swadaya masyarakat yang bekerja untuk memantau masalah hak asasi manusia (HAM) di wilayah tersebut.

Hal itu mencuat dalam diskusi  riset terbaru Human Rights Watch (HRW) berjudul Something to Hide? Indonesia's Restriction on Media Freedom and Rights Monitoring in Papua yang diluncurkan Rabu (11/11).

Pada Mei lalu, Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah akan menghentikan pembatasan wartawan asing meliput Papua dan Papua Barat serta organisasi sipil internasional, namun hingga kini hal itu tak terjadi.

Wartawan senior Atmakusumah Astraatmadja mengatakan pembatasan akses terhadap wartawan maupun organisasi asing berkaitan dengan dugaan kepentingan ekonomi. Kepentingan ekonomi itu, paparnya, bisa berasal dari siapa saja.

“Pembatasan itu berkaitan dengan apa yang disembunyikan sebenarnya? Ada kepentingan ekonomi, apakah itu berasal dari polisi, TNI, pimpinan di tingkat lokal maupun nasional,” kata Atmakusumah dalam keterangannya yang dikutip Bisnis.com, Kamis (12/11/2015).
Dia menuturkan membungkam Papua hanya akan menempatkan wilayah itu pada posisi yang tetap terisolasi dari Indonesia. Atmakusumah mengatakan pola pikir sebagian pejabat masih sama dengan Orde Baru terkait Papua.

Salah satu temuan HRW dalam riset itu adalah melakukan liputan  korupsi dan perebutan lahan di Papua akan menjadi lebih berbahaya dibandingkan dengan daerah lainnya.
Sehingga, demikian riset itu, wartawan di Papua sering menyensor diri sendiri dalam liputan yang dinilai peka agar terhindar masalah.
"Suasana penuh ketakutan dan ketidakpercayaan ini dipersulit lagi oleh tindakan aparat keamanan yang sering memakai dan membayar wartawan untuk menjadi informan," kata Phelim Kine, Deputi Direktur Asia HRW.

Dia memaparkan bahkan pemerintah menugaskan agen rahasia menyamar sebagai wartawan di pelbagai ruang redaksi. Tujuannya, untuk meminimalisir liputan negatif dan membuat maksimal pemberitaan positif soal Papua.

http://kabar24.bisnis.com

Kamis, 25 Juni 2015

Cacing Mirip 'Alien' Asal Papua Menginvasi Amerika

Cacing Platydemus manokwari (Courtesy of Pierre Gros. CC BY 4.0)Paris - Ini bukan adegan dalam film fiksi ilmiah seperti 'Men in Black', melainkan kejadian nyata: cacing aneh mirip alien yang mulutnya ada di perut bagian tengah, tak hanya 'menginvasi' Eropa, ia juga ditemukan untuk kali pertamanya di Amerika Serikat.

Cacing pipih New Guinea (Platydemus manokwari) tebalnya hanya beberapa milimeter, namun, panjangnya bisa mencapai 2,5 inchi atau 65 milimeter.

Dari namanya, makhluk itu aslinya berasal dari New Guinea atau Papua. "New Guinea" (Nueva Guinea) adalah julukan yang diberikan penjelajah Spanyol, Ynigo Ortiz de Retez, yang pada tahun 1545 mencatat kemiripan orang-orang Papua dengan penduduk sepanjang pesisir Guinea, Afrika.

Platydemus manokwari menyebar ke seluruh dunia dengan cara menumpang di sejumlah tanaman eksotis, juga di tanah. Cacing itu membungkus diri di sekitar cangkang siput dan mencerna isinya menggunakan struktur mirip mulut di bagian bawahnya.

Sebagai spesies yang invasif, keberadaan cacing tersebut menjadi ancaman siput asli.

"Saking mengancamnya, Species Specialist Group dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) memasukkan Platydemus manokwari ke dalam daftar 10 spesies paling invasif di dunia," di kutip dari situs sains LiveScience, Rabu (24/6/2015).

Cacing pipih tersebut sebelumnya dilaporkan keberadaannya di alam liar di 15 negara, juga di greenhouse atau rumah kaca di Prancis. Namun, ini adalah kali pertamanya hewan itu diketahui keberadaannya di Amerika Utara.
Kelompok peneliti multinasional, yang dipimpin ilmuwan dari Museum National d'Histoire Naturelle atau museum sejarah alam di Prancis menyisir spesimen cacing pipih dan foto-foto yang diambil penduduk lokal di seluruh dunia.

Dari sana, para peneliti menemukan, P. manokwari muncul di 5 negara dan wilayah yang sebelumnya bebas dari makhluk itu: Kaledonia Baru, kepulauan kecil di barat daya Pasifik, Singapura, Kepulauan Solomon, Puerto Rico, dan Florida.

Pengenalan spesies itu, dalam banyak kasus, baru. Misalnya, cacing tersebut mungkin tiba di Florida pada atau sekitar 2012, demikian dilaporkan para peneliti di jurnal open-access, PeerJ. Sejak itu, hewan tersebut diduga beradaptasi dengan sendirinya dan bisa ditemukan di banyak tempat di Miami hingga Dade County.

Di Puerto Rico, cacing itu muncul di ibukota San Juan pada 2014. Temuan pertama Platydemus manokwari di Kepulauan Solomon juga terjadi pada 2014, di Guadalcanal.

Para peneliti juga menemukan 2 kelompok genetika dari cacing tersebut atau haplotype -- yang secara fisik tak bisa dikenali kecuali pada tingkat kode genetik.

Pertama adalah 'Australian haplotype' yang hanya ditemukan di Australia dan Kepulauan Solomon. Sementara, 'World haplotype' ditemukan di Prancis, Kaledonia Baru,  Polinesia Prancis, Singapura, Kepulauan Solomon dan Puerto Rico. Juga di Florida, Amerika Serikat.

Temuan cacing pipih di AS sangat mengkhawatirkan. Sebab, hewan jenis itu biasanya terisolasi di pulau-pulau kecil. Dari Florida, P. Manokwari bisa dengan mudah menyebar ke seluruh Amerika Serikat dan Benua Amerika secara keseluruhan.
(Ein/Tnt)

Senin, 15 Juni 2015

ADA WAJAH ORANG DI BALIK AIR TERJUN CYCLOOP SENTANI

 Wajah Orang DIbalik Air Terjun Cycloop (Foto: Whens Tebay)
Ini Link situs online yang memuat tentang ADA WAJAH ORANG DI BALIK AIR TERJUN CYCLOOP SENTANI dari #papuansphoto

1. https://papuansphoto.wordpress.com/2015/06/07/ada-wajah-orang-di-balik-air-terjun-cycloop-sentani/
2. http://tabloidjubi.com/2015/06/12/ada-wajah-manusia-dibalik-air-terjun-cycloop-sentani/
3. http://www.tapanews.com/2015/06/06/ada-wajah-orang-di-balik-air-terjun-cycloop-sentani/
4. http://www.papua.us/2015/06/sosok-wajah-di-air-terjun-gunung.html

Simpalak, Buah Dari Papua Pengusir Tikus


Buah Simpalak Solo – Sepanjang kawasan Car Free Day (CFD) jalan Slamet Riyadi Solo banyak barang yang dijajakan, mulai pakaian, makanan, minuman, barang elektronik dan sebagainya.
Diantara barang dijajakan itu ada barang termasuk baru dan belum banyak dikenal oleh masyarakat kota Solo.
Barang itu yakni buah Simpalak.
“Buah Simpalak ini berguna untuk mengusir tikus,” ujar Wulan, penjual buah Simpalak Minggu (14/6).

Wulan mengatakan, Buah Simpalak berasal dari Papua. Buahnya bulat lonjong, berwarna coklat bergaris-garis putih tak beraturan.
“Menurut penelitian mengandung asam milotat. Asam milotat mengeluarkan bau yang tidak dimaui tikus,” ungkapnya.
Wulan mengatakan, dirinya menjual buah Simpalak, tiga biji Rp 10.000,-. Untuk mendapatkan, buah itu didatangkan dari Papua melalui Semarang.
“Dan saya jual di CFD, baru pertama kali,” ungkapnya.

 http://www.timlo.net/

Rabu, 20 Mei 2015

Kampung Prasejarah Ditemukan di Papua

Sebuah perkampungan prasejarah ditemukan Balai Arkeologi Wilayah Papua pada 14 Mei lalu. Di perkampungan seluas 1.000 x 500 meter di Bukit Srobu, Kelurahan Abe Pantai, Kota Jayapura, itu, para arkeolog menemukan situs-situs dan kerajinan yang diduga peninggalan masa neolitikum (batu muda) dan megalitikum (batu besar).
”Kami menemukan banyak pecahan gerabah dan alat serpih batu yang merupakan perangkat zaman neolitik, masa 10.000 tahun sebelum Masehi,” papar ketua tim ekskavasi, Erlin Novita Djami, Senin (19/5/2014).

Selain itu, ditemukan juga peninggalan kebudayaan megalitikum (masa 3.600 tahun sebelum Masehi) berupa meja batu, turap yang merupakan dasar sebuah permukiman, dan menhir.

Erlin mengatakan, penemuan situs berawal dari laporan masyarakat serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Papua. ”Warga yang sering bepergian ke Bukit Srobu menemukan tulang belulang manusia,” ujar dia.

Menurut Erlin, gerabah itu digunakan sebagai alat memasak dan sarana penguburan sekunder. ”Mereka memasak kerang laut menggunakan gerabah. Kami juga menemukan tulang belulang manusia di dalam gerabah,” ujarnya.

Ia pun menambahkan, kemungkinan masuknya budaya neolitik dan megalitik ke Papua dibawa oleh masyarakat ras Austronesia dari Taiwan pada 5.000 tahun sebelum Masehi. ”Kami memperkirakan adanya pertukaran antara suku bangsa Melanesia dan Austronesia melalui penggunaan sistem barter,” tutur Erlin.

Kepala Balai Arkeologi Papua Muhamad Irfan Mahmud mengatakan, penemuan artefak prasejarah tersebut merupakan yang keempat kalinya tahun ini. ”Sebelumnya, kami menemukan arca berbentuk manusia di Kabupaten Boven Digoel, kapak batu di Kabupaten Yahukimo, sebuah goa dengan gerabah di dalamnya di Papua Barat, dan alat serpih batu di Kabupaten Maybrat,” tutur dia.

Muhamad mengharapkan Pemerintah Kota Jayapura segera menetapkan Bukit Srobu sebagai cagar budaya. (FLO/KOMPAS CETAK)

Lukisan Mirip Alien Dari Zaman Pra Sejarah Ditemukan Di Papua Barat Simbol Pahlawan


Gambar alien yang ditemukan di manokwari Papua Barat 
 Papua Barat menyimpan peninggalan era prasejarah. Salah satunya yang mungkin banyak belum diketahui lukisan di bebatuan di Tanjung Bicari. Lukisan aneka rupa itu berserak dengan aneka bentuk misterius. Arkeolog pun tengah melakukan penyelidikan.

Kepala Balai Arkeologi Jayapura Muhamad Irfan menyampaikan aneka lukisan di dinding itu menyimpan berbagai pesan.
"Motif lukisan pada dinding karst ada manusia kangkang, ubur-ubur, kadal, dan binatang laut lainnya," terang Irfan, Kamis (4/12/2014).

Soal manusia kangkang ini selain lukisan mirip alien yang disebut sebagai matotuo, memiliki arti khusus. "Manusia kangkang bermakna kesuburan," jelas dia.
Peninggalan prasejarah itu tengah dipelajari. Tim Arkeolog masih terus berupaya mengungkap tujuan dan pesan dari lukisan-lukisan itu.

"Kalau lukisan fauna menggambarkan lingkungan dan bermakna harmoni kosmos. Beberapa panel lukisan juga mengindikasikan pewarisan pengalaman," urai dia.
Tak sekedar melukis, manusia prasejarah di kawasan itu dinilai melukis juga sebagai bagian ritual tertentu. "Diduga kuat pelukisan dalam kaitan ritual," ungkap dia.

Diprediksi manusia prasejarah melukis gambar-gambar itu di era 2500 tahun sebelum masehi. "Manusia prasejarah di kawasan ini diduga berasal dari Afrika Timur dan mereka bermigrasi ke Papua," tutup dia. Ada lukisan misterius peninggalan manusia era prasejarah yang ditemukan di bebatuan di kawasan Tanjung Bicari, Papua Barat.

Lukisan makhluk aneh itu disebut mirip seperti gambar alien. Tapi menurut arkeolog lukisan itu adalah lukisan matotuo yang merupakan simbol antromorfik.
"Jadi penggambaran makhluk berkepala manusia berbadan kadal," jelas Kepala Balai Arkeologi Jayapura Muhamad Irfan, Kamis (4/12/2014).
Darimana manusia era prasejarah ini bisa mendapatkan rupa lukisan itu? Irfan menyampaikan lukisan itu abstraksi dan hasil imajinasi.
"Pada masa lalu matotua senantiasa menjadi pembela, pahlawan yang melindungi masyarakatnya dengan membawa senjata tombak," urai dia.

Lukisan itu berserak di Tanjung Bicari. Arkeolog masih meneliti lukisan yang diduga berusia 2500 tahun itu. Masih banyak yang akan diungkap bila penelitian telah tuntas dilakukan.  "Kami masih riset," tutupnya. [dtk/agi]

Blue King Brown - One People (LIVE at The Mint, Los Angeles)

Diterbitkan tanggal 19 Mei 2015
Blue King Brown performs a track off their latest release BORN FREE at the Global Solidarity Concert for West Papua in Los Angeles

#FREEWESTPAPUA

INI FOTO PENANGKAPAN PULUHAN ANGGOTA KNPB DI MANOKWARI

https://z-1-scontent-sin1-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xat1/v/t1.0-0/11258466_1654877191409824_841915154302393445_n.jpg?efg=eyJpIjoiYiJ9&oh=5324fc32957398ebb29eeaa3fcf3d94a&oe=56024C56
 https://z-1-scontent-sin1-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xat1/v/t1.0-0/11259441_375101082680493_5023231872549658213_n.jpg?efg=eyJpIjoiYiJ9&oh=04cc65d6aee9bfb16251c602d0f11e15&oe=55D0A8FA https://z-1-scontent-sin1-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xtp1/v/t1.0-0/11255460_375094759347792_8221296761502661130_n.jpg?efg=eyJpIjoiYiJ9&oh=ca761a3c276f95db7c7bd4d569eca9a1&oe=56035E55
 https://z-1-scontent-sin1-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xfp1/v/t1.0-0/10995365_685368271586053_6081817902600237569_n.jpg?efg=eyJpIjoiYiJ9&oh=4459a25bf66594762c8da1ef55951877&oe=55C51648 https://z-1-scontent-sin1-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xat1/v/t1.0-0/11151069_685367971586083_1056615697052055378_n.jpg?efg=eyJpIjoiYiJ9&oh=c74eabae7b4eb068a06c848c26223196&oe=5603798F
 https://z-1-scontent-sin1-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xpa1/v/t1.0-0/13399_685368081586072_1109282012112686584_n.jpg?efg=eyJpIjoiYiJ9&oh=f90b3f43890a4e2a826daf62feaf18b2&oe=55CB778A
 


Ketua KNPB Manokwari Alexzander Nekenem dan Ratusan Massa Ditangkap KNPB Manokwari Nesw : Aksi Demo damai Komite Nasional Papua Barat KNPB wilayah Manokwari mendukung ULMWP membawa West Papua Menuju MSG di Manokwari, kepolisian republik Indonesia Resor Polres Manokwari kembali kelakukan penangkapan terhadap 9 aktivis KNPB wilayah Manokwari Penangkapan brutal aparat kepolisian di manokwari tersebut terjaddi pada hari ini Rabu 20 Mei 2015 pukul 10.15 di Manokwari.

Source: http://phaul-heger.blogspot.com/2015/05/ketua-knpb-manokwari-alexzander-nekenem.html
Disalin dari Gerakan Anak Bangsa | Salam Papua Merdeka.

Ketua KNPB Manokwari Alexzander Nekenem dan Ratusan Massa Ditangkap KNPB Manokwari Nesw : Aksi Demo damai Komite Nasional Papua Barat KNPB wilayah Manokwari mendukung ULMWP membawa West Papua Menuju MSG di Manokwari, kepolisian republik Indonesia Resor Polres Manokwari kembali kelakukan penangkapan terhadap 9 aktivis KNPB wilayah Manokwari Penangkapan brutal aparat kepolisian di manokwari tersebut terjaddi pada hari ini Rabu 20 Mei 2015 pukul 10.15 di Manokwari.

Source: http://phaul-heger.blogspot.com/2015/05/ketua-knpb-manokwari-alexzander-nekenem.html
Disalin dari Gerakan Anak Bangsa | Salam Papua Merdeka.
Ketua KNPB Manokwari Alexzander Nekenem dan Ratusan Massa Ditangkap KNPB Manokwari Nesw : Aksi Demo damai Komite Nasional Papua Barat KNPB wilayah Manokwari mendukung ULMWP membawa West Papua Menuju MSG di Manokwari, kepolisian republik Indonesia Resor Polres Manokwari kembali kelakukan penangkapan terhadap 9 aktivis KNPB wilayah Manokwari Penangkapan brutal aparat kepolisian di manokwari tersebut terjaddi pada hari ini Rabu 20 Mei 2015 pukul 10.15 di Manokwari.

Source: http://phaul-heger.blogspot.com/2015/05/ketua-knpb-manokwari-alexzander-nekenem.html
Disalin dari Gerakan Anak Bangsa | Salam Papua Merdeka.

Mahasiswa Papua Kecam Kekerasan pada Etnis Melanesia

MALANG -- Aliasi Mahasiswa Papua di Kota Malang mengecam tindak kekerasan yang terjadi di Papua selama ini.
Mereka menyerukan perlidungan terhadap etnis Melanesia atau Papua Melanosoid. Sebab selama ini mereka mengalami kekerasan selama 53 tahun. Puluhan Aliansi Mahasiswa Papua berunjukrasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang.

"Terjadi pemusnahan etnis Melanesia. Militer melakukan pembungkaman, penahanan dan pembunuhan secara brutal," kata juru bicara aksi, Wilson Nawipa, Selasa (19/5).

Selama ini, katanya, operasi militer di Papua telah menghambat populasi Melanesia dan kebijakan politik cenderung diskriminatif terhadap etnis Melanesia. Mereka juga menyesalkan penguasaan dan
eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran.

"Pengiriman militer ke Papua juga masih terjadi sampai saat ini," katanya.

Bahkan terjadi pembungkaman di ruang publik. Terjadi penangkapan besar-besaran pada 30 Maret-1 Mei 2015. Data United Liberalition Movement for West Papua (ULMWP) menyebutkan sebanyak 269 aktivis ditangkap. Lantaran mereka menggelar demonstrasi secara damai.

Papua dalam kondisi darurat sipil, katanya, menyusul penembakan aparat militer terhadap Leonardus Magai Yogi. Aksi penembakan terjadi menjelang Konferensi Tingkat Tinggi Melanesian Spearhead Group (MSG).
Negara di kawasan Melanesia, katanya, seperti Papua Nugini, Fiji, Vanuatu, Pulau Solomon, dan Kaledonia Barumendukung kemerdekaan West Papua.

ULMWP, katanya, merupakan representasi rakyat papua. Mereka menyerukan dan mendukung penuh keanggotaan West Papua di MSG. Deklarasi tersebut akan disampaikan secara serentak di 9 Negara dan 20 Kota pada 21 Mei mendatang.
"Warga Sorong sampai Merauke mendukung keluar dari Negara Indonesia," katanya.

Sedangkan mengenai rencana kedatangan Presiden Joko Widodo ke Malang, Wilson meminta agar Jokowi mendengarkan aspirasi rakyat papua. Total 1000 an mahasiswa Papua di Malang mendukung kemerdekaan West Papua. Kami, katanya, akan bergabung dengan keluarga MSG.

"Presiden tak boleh melarang kami," katanya.

Dalam aksinya, mereka membawa poster bertulis "West Papua Back to Family", "Stop Pemusnahan Etnis Melanesia", "West Papua for MSG", "TNI Polri Stop Diskriminasi dan Intimidasi", "Segera Buka Akses Jurnalis Internasional."

Aksi para mahasiswa Papua juga mendapat pengamanan dari polisi. Sekitar 50 an polisi berjaga saat mahasiswa menyuarakan aspirasinya.

http://www.republika.co.id/

West Papuan football team Persipura Jayapura visits West Papua’s famous political prisoners, Filep Karma

West Papuan football team Persipura Jayapura has met with one of West Papua’s famous political prisoners, Filep Karma who is serving a 15 year jail sentence just for raising the West Papuan flag. He recently refused the Indonesian President’s offer of a pardon because he refuses to admit any wrongdoing in simply raising the West Papuan flag.

Persipura Jayapura is renowned football team which has won the Indonesian Super League 3 times. They have been recently banned by the Indonesian national league from playing games overseas, including with the Asian Football Confederation because the Indonesian authorities were worried that the team would promote the Free West Papua cause overseas.

This week, Persipura Jayapura met with Filep Karma, showing the world the national solidarity West Papuans have for him and all political prisoners in West Papua who are in jail just for wanting to be free.
http://tabloidjubi.com/…/05/19/persipura-kunjungi-filep-ka…/
http://infopapua.org/?p=777

Vanuatu bai sapotim iet West Papua Indipendans

Flags of MSG countriesVanua'aku Pati we i lidim gavman blong Vanuatu i tok bai em ino tanim tingting blongen long sapotim "self-determination" blong ol pipol blong West Papua. 

CEO blong Vanua'aku Pati, Avio Niki Robert i tok dispela tu em i as tingting long ol Melanesian kantri ibin statim dispela Melanesian Spearhead Grup.

Em i tok em i "prerogative" oa laik blong PNG gavman sapos em i laik long Indonesia i kamap memba blong MSG.

Tasol Mr Robert i tok Vanua'aku Pati na gavman i lukim olsem dispela United Liberation Movement nau i makim trutru ol pipol blong West Papua, na i gut sapos em i kamap ful memba blong MSG.

Em i tok Vanuatu bai no senisim tingting blong en long helpim ol pipol long wol long kisim fridom.

http://www.radioaustralia.net.au

 

Senin, 09 Maret 2015

Suatu Pagi di Pasar Youtefa, Jayapura

 Sebagaimana lazimnya pasar tradisional, Pasar Youtefa, yang berada di Abepura, Jayapura sejak pagi, telah ramai dengan kehadiran para pedagang dan pembeli. Kami sengaja datang di pagi hari, untuk merasakan aura pasar tradisional yang menjajakan hasil-hasil bumi ini. Di Pasar Youtefa kita dijajakan dengan bermacam sayur mayur, umbi-umbian, ikan dan juga kebutuhan rumah tangga lainnya. Juga tidak ketinggalan pinang dan sirih, panganan khas masyarakat Papua, secara umum.
Para pedagang sebagian besar adalah masyarakat lokal. Mereka membuka lapak dagangannya di pinggir jalan, persis seperti para pedagang tradisional di Kota Medan. Yang unik dari mereka adalah, mereka tidak menggunakan alat penimbang ketika menjual dagangannya. Barang dagangan itu sudah ditumpuk-tumpuk dan diberi harga. Jadi, kita tidak beli sekilo atu dua kilo, namun berapa tumpukan.

Para pedagang identik dengan noken yang digantung di kepala mereka. Noken sendiri adalah tas jaring yang merupakan ciri khas masyarakat Papua. Mereka menaruh barang-barang pribadi mereka di noken. Kebiasaan ini menjadi karakter kuat yang dimiliki masyarakat Papua. Dengan bibir yang senantiasa merah karena sirih, mereka menjajakan barang dagangannya itu dengan sabar.

Tradisi tawar menawar juga berlaku di pasar ini. Hanya saja, sebagai pendatang, kami tidak begitu ngotot menawar. Apalagi harganya juga relatif tidak mahal. Misalnya satu tumpukan sirih dan pinang, yang jika ditaksir, beratnya sekitar setengah kilo, dijual dengan harga Rp 10 ribu.

Merasakan suasana di Pasar Youtefa, di pagi hari, memang cukup berkesan. Meski hiruk-pikuk masyarakat tidak begitu riuh, semisal di pasar tradisional Medan, namun kehangatan yang tercipta dari interaksi pedagang dan pembeli cukup terasa.

Sesekali tampak pembeli yang bukan masyarakat lokal, menawar barang yang hendak dibelinya.

Pemandangan ini, jika diamati terasa kontras. Para pedagang yang notabene "orang gunung" ini tampak serius melayani para pembeli, yang dari penampilannya kelihatan lebih mapan secara ekonomi.

Tidak sedikit para pedagang mengikutsertakan anak-anaknya yang masih kecil ikut berdagang. Anak-anak ini dengan cekatan membantu orangtuanya. Sesekali mereka tampak bersenda gurau dengan orangtuanya.

Sayang, penulis tidak mengerti apa yang mereka perbincangkan, mengingat mereka menggunakan bahasa lokal mereka.Tidak hanya kaum ibu saja yang berdagang, tetapi juga kelompok bapak. Bahkan, menurut Elly, salah seorang warga lokal yang mendampingi penulis, tak jarang mereka adalah satu keluarga.

Kehadiran kami pun tampaknya mengusik perhatian mereka. Apalagi beberapa teman, mulai sibuk membidikkan kameranya, meski dengan perasaan yang tidak tenang. Maklum, ekspresi para pedagang ini cenderung datar.

Apalagi dengan bibirnya yang merah, dan perawakannya yang keras, membuat penampilan mereka terkesan "galak". Tapi kami yakin, mereka adalah masyarakat yang ramah dan baik hati. Syukurlah ada Elly bersama kami. Elly menjadi jembatan kami untuk berinteraksi dengan para pedagang itu. Akhirnya kami membeli beberapa tumpuk pinang dan sirih.

Sirih di Papua berbeda dengan sirih di Sumatera Utara. Bentuknya bukan daun, melainkan bunga (mirip buah nangka yang masih sangat muda) dari tumbuhan tertentu. Tumbuhan ini banyak dijumpai di hutan-hutan Papua. Rasanya pun sedikit lebih kelat. Cara memakan sirih itu juga berbeda. Mereka terlebih dulu mengunyah pinang muda, berserta kulitnya. Setelah itu, bunga sirih yang telah dicampur dengan gambir.

Kebiasaan memakan sirih, bagi masyarakat Papua, merupakan rutinitas sehari-hari. Tak hanya dilakoni oleh orang tua saja, juga remaja dan anak-anak. Karenanya tidak heran, di setiap sudut jalan, bahkan gang dapat kita temukan para pedagang sirih. Karena kebiasaan itu pula, masyarakat Papua tidak begitu suka dengan makanan pedas.

Sehingga di pasar tradisional Youtefa ini, sangat jarang kita jumpai penjual cabai. Yang mendominasi adalah sayur, umbi-umbian dan sirih. Begitu juga dengan buah-buahan. Komoditas ini termasuk langka di bumi mutiara hitam ini.

Kamis, 05 Maret 2015

Daftar Pemerintah Nasional

Mr. Susilo Bambang Yudhoyono

Presiden RI Indonesia
Jl. Veteran No. 16
Jakarta Pusat
Indonesia
Tel:. (+62 21) 345 8595
Fax: (+62 21) 3483 4759

Mr. Kemal Azis Stamboel
Ketua Komisi 1 DPR
Gedung DPR RI Nusantara II, Lantai 1
Jl. Jenderal Gatot Subroto
Jakarta 10270
Indonesia
Tel: +62 21 5715518
fax: +62 21 5715523

Menteri Hukum dan HAM
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 6-7
Kuningan, Jakarta 12940
Indonesia
Tel: +62 21 5253006, 5253889, 5264280
fax: +62 21 5253095

Ms. Harkristuti Harkrisnowo
General Director of Human Rights
Department of Law and Human Rights Republic of Indonesia
Jl. HR Rasuna Said Kav.6-7 Kuningan, Jakarta 12940
Tel: +62 21 525 3006, 525 3889, 526 4280
Fax: +62 21 525 3095

Menteri Pertahanan
Jl. Merdeka Barat No. 13-14
Jakarta 10110
Indonesia
Tel: +62 21 3456184, 3812028, 3828506
Fax : +62 21 3440023, 3828292

Menteri Dalam Negeri
Jl. Merdeka Utara No. 7, Jakarta 10110
Indonesia
Tel: +62 21 3450058, 3842222
Fax: +62 21 3831193

Menteri Energi dan sumber daya mineral
Jl. Merdeka Selatan 18,Jakarta 10110
Indonesia
Tel: +62 21 3804242, 3813233
Fax: +62 21 3847461

Menteri Kehutanan
Gedung Manggala Wanabakti
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta
Indonesia
Tel: +62 21 5731820
Fax: +62 21 5700226

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan
Jl. Medan Merdeka Barat
Jakarta 1500
INDONESIA
Tel : +62 21 350 0876
Email: polkam@polkam.go.id

Ketua Komnas HAM RI
Jalan Latuharhary No.4-B,
Jakarta 10310
Indonesia
Tel: +62 21 392 5227-30
fax: +62 21 392 5227
email : info@komnas.go.id

Ketua Ombudsman RI
Jl. HR. Rasuna Said Kav C-19
Kuningan, South Jakarta
Indonesia
Tel: +62 21 3510071
fax : +62 21 3510081

Ketua Kompolnas
Jl. Tirtayasa VII No. 20 Komplek PTIK Jakarta Selatan
INDONESIA
Tel: +62 21 739 2352
Fax: +62 21 739 2317

Ketua LPSK
Gedung Perintis Kemerdekaan Lt. 1
Jl. Proklamasi No. 56 Jakarta Pusat 10320
INDONESIA
Tel: +62 21 3192 7881
Fax: +62 21 3192 7881
Email: lpsri@lpsk.go.id

Komisi Pemberantasan Korupsi
Direktorat Pengaduan Masyarakat
PO BOX 575 Jakarta 10120
Indonesia
Tel: +62 21 2557 8389
Fax: +62 21 5289 2454
Email: pengaduan@kpk.go.id

Office of The Anti Judicial Mafia Task Force (Satgas)
PO Box 9949
Jakarta 10 000
INDONESIA

Ketua Komisi Yudisial
 
Komisi Yudisial Republik Indonesia
Jl. Kramat Raya No. 57, Jakarta Pusat
INDONESIA
Tel: +62 21 3905455;
Fax: +62 21 3905455;
Email: kyri@komisiyudisial.go.id

Kepala Kejaksaan Tinggi
Jl. Rambai No. 1 A, Kebayoran Baru,
South Jakarta,
Indonesia
Tel: (+6221) 7264253
Fax : (+6221) 7265308
Email : pengaduan@komisi-kejaksaan.go.id

Daftar Pemerintah Papua

Gubenur Papua,

Jalan Soa Siu Dok, Jayapura
Tel: (0967) 537 523
Fax: (0967) 531847, 53

Gubenur Papua Barat,
Jl. Siliwangi No.1 , Manokwari
Tel: (0986) 211719,
Fax: (0986) 213124

Kanwil Dephukham Papua
Jalan Raya Abepura No 37 Kotaraja,
(0967) 586147
kanwil.papua@kemenkumham.go.id

source: http://www.papuansbehindbars.org

Daftar Militer

Mabes TNI, Cilangkap

Jakarta 13870
Indonesia
Tel: +62 21 8459-1244, 8459-1243
Fax: +62 21 845-6805

Pangdam
Kemiliteran Daerah Papua / Kodam Papua
Jl. Polimak atas Jayapura Provinsi Papua
INDONESIA
Fax. +62 967 533763

Dandim
(Kodim 1702 Kabupaten Jaya Wijaya Provinsi Papua)
INDONESIA
Fax: +62 969 31086

Daftar Alamat Kepolisian di Papua

General of Police Timur Pradopo

Chief of Indonesian National Police
Markas Besar Kepolisian Indonesia
Jl. Trunojoyo No. 3
Kebayoran Baru
South Jakarta 12110
Indonesia
Tel: +62 21 3848537, 7260306, 7218010
fax: +62 21 7220669
email : info@polri.go.id

Polda Papua
Jl. Samratulangi No. 8 Jayapura
INDONESIA
Tel: + 62 0967 531014
Fax: +62 0967 533763

Chief of Jayapura Municipality police
Jl. Ahmad Yani Ni. 1, Jayapura
Tel: +62 967 531027

Chief of Mimika district police
Mile. 32, Kuala Kencana
Timika
Tel: +62 901 301974

Kepala Kepolisian Resort Jaya Wijaya
Jl. Sapri Darwin Nomor 1
Jaya Wijaya, Provinsi Papua
INDONESIA
Tel: +62 969 3268
Fax: +62 969 31075

Kepala Kepolisian Resort Biak Numfor
Jl. Diponegoro Biak
Tel: +62 981 21005

Kepala Kepolisian Resort Yapen Waropen
Jl. Bhayangkara Yapen Waropen
Tel: +62 983 31007

Kepala Kepolisian Resort Paniai
Jl. Jend. Sudirman Paniai
Tel: +62 984 21008

Kepala Kepolisian Resort Manokwari
Jl. Bhayangkara Manokwari
Tel: +62 986 211359

Kepala Kepolisian Resort Merauke
Jl. Raya Mandala Merauke
Tel: +62 971 321666

Kepala Kepolisian Resort Sorong
Jl. Ahmad Yani No. 1, Sorong
Tel: +62 951 3211855

Kepala Kepolisian Resort Fak fak
Jl. Thumburuni Fak Fak
Tel: +62 956 22200

Kepala Kepolisian Resort Jayapura
Jl. Raya Sentani Hawai Jayapura
Tel: +62 967 591300

Daftar Alamat Penjara-Penjara di Papua

Timika
Lapas Klas IIb Timika, Jalan Sp V Timika
bapas.timika@ditjenpas.go.id

Serui
Lapas Klas IIb Serui, Jalan Sumatera, Serui
0983 31303
lapas_serui@ditjenpas.go.id

Biak
Lapas Klas IIb Biak, Jalan Condronegoro, Samofa, Biak, 98117
0981 21227, 0981 21442
Lapas_biak@dtjenpas.go.id, lapasbiak@gmail.com

Nabire
Lapas Klas IIb Nabire, Jalan Padat Karya, Nabire 98801
098421870,
lapas_nabire@ditjenpas.go.id

Nabire
Lapas Klas IIb Wamena, Jalan Hom-hom No 37, Wamena, 99501
0969 31158
lapas_wamena@ditjenpas.go.id

Sentani Narcotics prison
Lapas Klas IIa Narkotika Jayapura, Jalan Raya Sentani Depapre No 90, Doyo Baru
0967 593544
lapasnarkotika_jayapura@ditjenpas.go.id

Merauke
Lapas Klas IIb Merauke, Jalan Ermasu N. 18, Merauke, 99601
0971 321178
Lapas_merauke@dtjenpas.go.id, lpmerauk@gmail.com

Abepura
Lapas Klas IIa Abepura, Jalan Kesehatan 11, Jayapura, Papua, 999351
0967 581705, 0967 581249

Sorong
Lapas Klas IIb Sorong, Jalan F. Kaisepo KM 10, Klawuyuk, Sorong, 98451
0951 27417 (0951) 327417
lapas_sorong@ditjenpas.go.id, lapassorong@yahoo.co.id

Fak-fak
Lapas Klas IIb Fak-Fak, Jalan Lejen S. Parman n 1, Fak-Fak 98601
0956 22527
lapas_fak-fak@ditjenpas.go.id

Manokwari
Lapas Klas IIb Manokwari, Jalan Sabang No 4, Kotak Pos 106, Manokwari 98301
(0962)-211744, 211387
lapas_manokwari@ditjenpas.go.id


Senin, 02 Februari 2015

Senyum Ceria Anak-anak Distrik Sikame di Pedalaman Papua


Papua dianugerahi alam dan budaya yang kaya. Walaupun secara infrastruktur masih agak tertinggal, namun tidak menghalagi anak-anak di Distrik Sikame untuk tetap senyum ceria. Polos dan tulus sekali mereka.

Sikame adalah sebuah distrik di kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat. Distrik ini merupakan base camp salah satu perusahaan Pengelolaan Hutan Alam Produksi Lestari. Pedalaman tak membuat anak-anak distrik Sikame tidak kehilangan tawa dan kebahagiaan. Traveler bisa menemukan keramahan dan keingintahuan yang besar ketika bertemu langsung dengan mereka.

Tawa ceria anak-anak yang hidup di distrik Sikame. wajah lugu dan agak malu nampak jelas ketika kamera saya mengabadikan moment kebersamaan mereka. Anak-anak ini adalah anak pekerja dan penduduk asli yang bekerja di salah satu perusahaan pengelolaan hasil hutan di Sorong, Papua. Mereka hidup dan tinggal di pedalaman yang jauh dari pusat kota dengan akses jalan yang sulit dilalui. 

http://travel.detik.com/

Tawa ceria anak-anak yang hidup di distrik Sikame. wajah lugu dan agak malu nampak jelas ketika kamera saya mengabadikan moment kebersamaan mereka. Anak-anak ini adalah anak pekerja dan penduduk asli yang bekerja di salah satu perusahaan pengelolaan hasil hutan di Sorong, Papua. Mereka hidup dan tinggal di pedalaman yang jauh dari pusat kota dengan akses jalan yang sulit dilalui.



Dengan sedikit malu dan canggung, anak ini berpose di depan kamera

Anak ini tak pernah merasakan bagaimana rasanya menonton film Spiderman di bioskop seperti yang nampak pada bajunya. Akan tetapi, tawanya hangatnya adalah sebuah kebahagiaan yang belum tentu dirasakan sama oleh mereka yang bisa menyaksikan jagoannya tersebut di layar bioskop.


Anak ini adalah seorang anak pekerja yang berasal dari Pulau Jawa. Senyumnya yang manis adalah kebahagiaan anak Indonesia

Tawa renyah dengan memperlihatkan giginya adalah ciri kas anak yang satu ini. Orang tuanya adalah penduduk asli Papua yang dipekerjakan di distrik Sikame

Boleh saya bergaya? boleh saja ucap saya kepada anak ini ketika saya ingin memotretnya. Akhirnya jadilah gambar ini. sebuah tawa bahagia dari anak yang hidup di pedalaman Papua

Anak-anak yang hidup di distrik Sikame bermain dan berpegangan tangan dalam kebersamaan

Pemukiman pekerja di distrik Sikame tampak dari atas. Seorang ibu menggendong anaknya berjalan menyusuri jalan setapak.

Rabu, 28 Januari 2015

DANAU PANIAI

Danau Paniai merupakan danau yang sangat indah, dengan pemandangan alam yang masih alami sehingga tidak mengeherankan bila keindahan danau ini diakui oleh utusan dari 157 negara yang ikut dalam konferensi danau se-dunia yang diadakan pada tahun 2007 lalu di India. Danau ini terletak di Kabupaten Paniai, Propinsi Papua.
Danau ini memiliki luas 14.500 hektar yang berada pada ketinggian 1.700 meter dpl sehingga membuat kawasan danau Paniai ini memiliki udara yang sejuk dan pemandangan alam yang begitu indah, perpaduan antara keindahan danau dengan dataran tinggi dan bukit - bukit yang mengelilinginya. Di sekitar danau ini juga merupakan tempat bermukim suku asli Papua yaitu suku Mee dan suku Moni. Satu lagi perpaduan yang sangat menarik antara keindahan alam dan ke-eksotis-an budaya Papua.
 
Awal mulanya danau Paniai ini beserta dua danau tetangganya yang bernama danau Tigi dan danau Tage dinamakan Wissel Meeren. Dinamakan demikian karena danau ini pertama kali ditemukan oleh seorang pilot berkebangsaan Belanda yang tanpa sengaja melintasi danau ini pada tahun 1938 bernama Meeren. Arti kata Wissel Meeren dalam bahasa Belanda sendiri adalah danau-danau Meeren.  

Disini pengunjung bisa menikmati danau ini dengan beberapa aktivitas antara lain memancing ataupun menyewa perahu untuk mengelilingi danau tersebut.
Meskipun berada di ketinggian 1.700 mdpl, danau Paniai memiliki beberapa jenis ikan air tawar seperti ikan nila, mujair, ikan mas, ikan belut, ikan sembilan hitam dan bila beruntung pengunjung bisa menjumpai ikan pelangi yang bernilai ekonomis tinggi karena bentuknya yang indah. Disamping ikan, yang tak kalah unik adalah adanya jenis udang yang bernama udang selingkuh. Disebut demikian karena udang ini memiliki capit yang berukuran besar seperti kepiting (selingkuh sama kepiting kalee). Sampai sekarang pun udang jenis ini banyak diburu karena merupakan kuliner wajib bagi wisatawan yang berkunjung kesini.
 
Untuk fasilitas, terdapat pos jaga, pemandu wisata, persewaan perahu, persewaan peralatan memancing dan warung - warung kecil. Untuk akomodasi di danau ini, pengunjung bisa menyewa rumah - rumah penduduk yang ada disekitar danau. 
Untuk menuju lokasi danau, pengunjung bisa menggunakan mobil jenis Mitsubishi Strada dari kota Enarotali, Ibu Kota Kabupaten Paniai menuju lokasi karena jalan yang menanjak dan berkelok-kelok atau lewat jalur udara dengan menggunakan pesawat jenis cessna yang bisa mendarat di dataran tinggi dan landasan tanah.
 
 
Berikut adalah foto-foto Danau Paniai:
 
 
 
 
 
 

Sabtu, 13 Desember 2014

In Pictures: Traditions under threat in Papua

Indonesian province of West Papua, rich in human and natural resources, is struggling against poverty and big business. 

West Papua, Indonesia - With a population of four million people, 252 tribes and 307 languages, this easternmost province is rich in natural and human resources.
But it is also the most underdeveloped with the highest poverty level and the lowest education rate in the country. It is also the most politically sensitive place in Indonesia - a nation of 250 million people.
West Papua chose to be a part of Indonesia in a 1969 referendum on independence. But some Papuans refused to recognise the result of the referendum, which they say was the unanimous choice of elders handpicked by the Indonesian military. They have been rebelling against Indonesian rule ever since.
The story of West Papua, to this day, is heavily coloured in human rights violations committed by the Indonauesian armed forces.
West Papua contains some of the last great tracts of undisturbed rainforest in the Asia-Pacific region, an estimated 33 million hectares in 1997. But that number has dropped dramatically since then. The central government plans to massively expand palm oil plantations in West Papua. This means also converting community forests, which are the source of livelihood for many locals.
To improve the situation in Papua, the central government granted the province a special autonomy status in 2001. This authorises local administrations to manage their own areas with little intervention from the central government, and grants special autonomy funds, which some say rarely benefit people because of corruption
 
   

 

 
 

 


 
 
 
 Photo All: /Syarina Hasibuan/Al Jazeera